Gereja Daun, Gereja Katolik Unik di Jakarta

Gereja Daun, Gereja Katolik Unik di JakartaBangunan-bangunan gereja umumnya memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Terbukti didaerah Eropa banyak ditemukan gereja dengan karakteristik yang sangat kental. Terlebih dengan banyaknya budaya-budaya khas Eropa yang sedikit banyak mempengaruhi arsitektir gereja itu sendiri. Terlebih Gereja Katolik yang ada di Indonesia yang dikenal dengan desain-desain arsitektur khas Eropa, yang biasa disebut dengan arsitektur gotic. Gereja dengan arsitektur gotic tersebut dapat anda temukan di Gereja Katedral, yang lokasinya berseberangan langsung dengan masjid Terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara yaitu Masjid Istiqlal. Berikut gereja Katolik Unik yang bisa anda temukan di Jakarta.

Sebelum anda mengetahui gereja katolik unik yang ada di Jakarta, apa yang dimaksud dengan gaya arsitektur gotic yang banyak dipakai oleh arsitektur Gereja Katolik tersebut. Arsitektur gotic sendiri merupakan perkembangan dari sebuah artsitektur klasik yang lahir dan berkembang di Eropa Timur. Arsitektur Gotic tidak bisa lepas dari arsitektur Romanesk yang lahir di Eropa Barat. Arsitektur gotic sendiri memiliki karakteristik yaitu terdapat menara pada bangunanya, memilik rose window, terdapat seni kaca patri pada dinding bangunanya, serta adanya rib vaulting pada atap bangunanya.
Akan tetapi seiring berjalannya waktu serta dibarengi dengan pudarna kejayaan budaya Eropa dan mulai luasnya penyebaran Katolik diseluruh dunia, gaya arsitektur gereja Katolik pun mulai berubah bentuk dan gaya arsitekturnya. Banyak para arsitek yang membangun gereja Katolik lebih memilih mengembangkan imajinasinya mengikuti seni kebudayaan lokal. Hal tersebut yang sekarang tidak banyak ditemukan gaya arsitek gereja Katolik seperti gaya Gereja Katedral, yang didominasi dengan bentuknya yang lancip atau bergaya gotic.

Gereja Katolik Unik di Jakarta

Gereja unik yang dimaksud diatas adalah gereja yang terletak di Jalan Danau Toba, Pejompongan, Jakarta Pusat. Desainnya yang berbentuk seperti daun yang membuat banyak orang menyebutnya sebagai Gereja Daun. Gereja tersebut dibangun pada tahun 1972 yang berada dibawah naungan dari Keuskupan Agung Jakarta. Desain daun tersebut didesain langsung oleh arsitek Sindu Hadiprana, yang mewujud pada lantai keramik gedung gereja yang menyerupai daun dan atap gereja yang meliuk menyerupai daun. Altar yang terdapat di gereja tersebut juga dari pohon jati yang dibuat sedemikian rupa sehingga membentuk daun Wijaya Kusuma.

Genap pada usianya yang ke-40 tahun pada tanggal 25 November 2012 gereja tersebut berubah bentuk menjadi seperti sekarang. Dalam pembangunan tersebut terlibat seniman lintas agama yang menyukseskan pembangunan gereja ini. Antara lain Yani Mariani Sastranegara seniman dari Muslim dan I Wayan Winten seniman dari Hindu. Hal tersebut merupakan kekayaan budaya yang ada di Indonesia, yang mampu dengan baik diapliaksikan oleh pihakĀ https://multibet88.cc dan ikut andilnya seniman lintas agama tersebut yang membuat keanekaragaman tidak akan menjadi pemecah tetapi justru akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *